Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2017

Kata "Maaf" tersembunyi

Ketika dia bersuara, aku tidak peduli Bahkan pernah aku menghiraukannya Melawan kelembutan dengan kekerasan Hanya untuk kesenangan semata Di balik senyum dia menangis Itulah caranya membohongiku Bisa merasakan dan bisa melupakan Karena dia sanggup memaafkan Tidak ada kata lelah dalam dirinya Meski raganya berkata, “aku tidak sanggup lagi” Tapi dia tetap berdiri, bahkan terus berdiri Sampai mampu berjalan di atas kesakitan Ku tulis setiap kata dengan air mata Dimana kata ini mengandung dosa Dosa yang menumpuk tinggi dalam raga ini Yang tidak tahu lagi cara menghapusnya Makanya, aku pergi menjauh darinya Di tempat yang tidak bisa dia pandang Di tempat dimana, dia tidak merasakan sakit lagi Hanya aku, dengan kata “ maaf” tersembunyi

Dunia Nyata vs Dunia Maya

“ Matikan Layar Handphonemu dan nikmatilah dunia nyata, dunia dimana tidak terpengaruh oleh teknologi. Keluar dari perangkat lunak tersebut, dan apa yang kamu rasakan. Melihat dunia yang membingungkan? Atau, Melihat dunia yang sesungguhnya? “ Melihat keadaan sekarang itu sangat menakutkan, kita seakan – akan telah di perbudak oleh teknologi itu sendiri. Hal – hal yang biasa kita lakukan telah di ambil olehnya, walaupun itu hal yang sekecil apapun. Melupakan kegiatan di luar rumah, bermain dengan teman, atau saling menyapa saat di jalan. Kita hanya melihat kebawah, sambil menatap layar yang berisi dunia berbeda. “ Tanpa menyadari, ada apa? Dan siapa yang sedang berada di dekat kita? “ Tapi bagaimana bisa, padahal manusia itu sendiri yang menciptakannya. Membuat teknologi yang baru, dan alat - alat yang semakin modern. Apakah semuanya berguna bagi manusia itu sendiri? “ IYA “. Mendapatkan kenyamanan, membuat semua menjadi mudah, tidak perlu berjalan keluar. Semua itu telah d...

Malam bercerita

Aku malam yang kesepian bintang dan bulan bukanlah dia hanya angin yang sanggup mengerti tangisan kecil di dalam hati Hujan datang menghapus harapan saat ku mulai dekat dengannya di balik awan semua terlihat ada cerita yang berjalan Cahaya bulan jadi jembatan menjawab tanya yang tersimpan sebelum hujan membawa dia terangi aku dengan kepastian

Si Pemalu

Wahai engkau sang wanita kehadiranmu membawa sebuah teka - teki baru yang memaksaku untuk mencari sesuatu yang dapat menjawabnya malam yang panjang sangat mengganggu di hantui oleh bayanganmu seakan menjadi tokoh utama dalam mimpi yang menguasai jalananya cerita Wahai engkau sang wanita coba dengarkan suara yang tak kau dengar ini suara yang selalu menyebut namamu mengalun indah di setiap ucapan Di matamu, aku tidaklah berarti seperti kertas kosong tak beriisi bukan aku yang pantas kau pandang karna angin tidak bisa di lihat Pertemanan hanyalah awal dari kisah yang akan menentukan sebuah pilihan melangkah maju, atau tetap berdiri jangan kau melupakan ini, wahai wanita lihatlah di belakangmu... atau di sampingmu...  dari situlah aku dapat melihat rambut panjangmu yang terurai aku belum bisa berada di depanmu menjadi arah untuk kau ikuti menjadi sandaran saat kau menepi kau masih bisa menemukan hal - hal yang menyenang...

IYA "Kamu"

Awalnya hanya bertemu, memandang, dan berbicara Sama seperti orang pada umumnya Tanpa kamu sadari, aku merasa malu saat di dekatmu Pandangan mataku seakan takut, melihat cahaya yang tak bersinar Yang di dalamnya penuh dengan kenyamanan Dan aku tersenyum sambil berjalan menjauh Kamu juga membalas dengan senyum, yang menawan Di setiap kaki ku melangkah, selalu terbanyang akan senyummu Seakan tidak mau hilang dari fikiranku Ketika aku sadar, sepertinya aku jatuh cinta padamu Tidak ada kata – kata lain untuk menuliskannya Dan tidak ada kobohongan di dalamnya Hadirmulah yang membuat hari ku bersemangat Hadirmulah yang membuat cerita ini menjadi indah Hadirmulah yang akan menjadi awal perjalanku Mencari arti kebahagian, dalam dunia

Kenanglah Aku

Berjalan tanpa tujuan ... Mencari tanpa henti ... Hanya waktu dan hembus angin yang berkata Di sertai dengan hati dan pikiran yang menahan Menahan keajaiban datang menghampiri Aku bagaikan burung yang tak mempunyai sangkar Aku bagaikan pelangi dengan satu warna Engakau pergi tanpa sebab yang pasti Hampir setiap malam kedua tanganku bekerja Menghapus tetes demi tetes air mata Yang ku tidak tahu kapan akan berhenti Mungkin ini adalah takdir yang sudah ditentukan Selalu terbayang hangatnya pelukmu Selalu terbayang belaian tanganmu Setiap mataku tertutup ... Wajahmu lah yang selalu datang menghampiri Andai ku tahu … Andai ada yang dapat kuperbuat Meskipun harus melawan rasa sakit Karena kau lah segalanya Mungkin aku salah besar dengan hal ini Yang masih mengharap kau tuk kembali Meski ku tau kau takakan pernah ada Atau mungkin kau telah bersamanya Beribu janji telah ku ucap Janji yang sangatlah suci Mungkin dimatamu itu adalah serpihan debu belaka Yang akan hilan...