Kata "Maaf" tersembunyi
Ketika dia bersuara, aku tidak peduli Bahkan pernah aku menghiraukannya Melawan kelembutan dengan kekerasan Hanya untuk kesenangan semata Di balik senyum dia menangis Itulah caranya membohongiku Bisa merasakan dan bisa melupakan Karena dia sanggup memaafkan Tidak ada kata lelah dalam dirinya Meski raganya berkata, “aku tidak sanggup lagi” Tapi dia tetap berdiri, bahkan terus berdiri Sampai mampu berjalan di atas kesakitan Ku tulis setiap kata dengan air mata Dimana kata ini mengandung dosa Dosa yang menumpuk tinggi dalam raga ini Yang tidak tahu lagi cara menghapusnya Makanya, aku pergi menjauh darinya Di tempat yang tidak bisa dia pandang Di tempat dimana, dia tidak merasakan sakit lagi Hanya aku, dengan kata “ maaf” tersembunyi