Kenanglah Aku
Berjalan tanpa tujuan ...
Mencari tanpa henti ...
Hanya waktu dan hembus angin yang berkata
Di sertai dengan hati dan pikiran yang menahan
Menahan keajaiban datang menghampiri
Aku bagaikan burung yang tak mempunyai sangkar
Aku bagaikan pelangi dengan satu warna
Engakau pergi tanpa sebab yang pasti
Hampir setiap malam kedua tanganku bekerja
Menghapus tetes demi tetes air mata
Yang ku tidak tahu kapan akan berhenti
Mungkin ini adalah takdir yang sudah ditentukan
Selalu terbayang hangatnya pelukmu
Selalu terbayang belaian tanganmu
Setiap mataku tertutup ...
Wajahmu lah yang selalu datang menghampiri
Andai ku tahu …
Andai ada yang dapat kuperbuat
Meskipun harus melawan rasa sakit
Karena kau lah segalanya
Mungkin aku salah besar dengan hal ini
Yang masih mengharap kau tuk kembali
Meski ku tau kau takakan pernah ada
Atau mungkin kau telah bersamanya
Beribu janji telah ku ucap
Janji yang sangatlah suci
Mungkin dimatamu itu adalah serpihan debu belaka
Yang akan hilang bila tertiup angin
Mungkin kau sudah bahagia
Memulai awal cerita yang baru
Menghapus kenangan yang terjadi
Meninggalkan impian yang tersimpan
Aku disini hanya dapat menatap kelangit luas
Sambil Menghirup rasa sepi
Bila kau tak kembali ...
Kenanglah aku sepanjang hidupmu
Mencari tanpa henti ...
Hanya waktu dan hembus angin yang berkata
Di sertai dengan hati dan pikiran yang menahan
Menahan keajaiban datang menghampiri
Aku bagaikan burung yang tak mempunyai sangkar
Aku bagaikan pelangi dengan satu warna
Engakau pergi tanpa sebab yang pasti
Hampir setiap malam kedua tanganku bekerja
Menghapus tetes demi tetes air mata
Yang ku tidak tahu kapan akan berhenti
Mungkin ini adalah takdir yang sudah ditentukan
Selalu terbayang hangatnya pelukmu
Selalu terbayang belaian tanganmu
Setiap mataku tertutup ...
Wajahmu lah yang selalu datang menghampiri
Andai ku tahu …
Andai ada yang dapat kuperbuat
Meskipun harus melawan rasa sakit
Karena kau lah segalanya
Mungkin aku salah besar dengan hal ini
Yang masih mengharap kau tuk kembali
Meski ku tau kau takakan pernah ada
Atau mungkin kau telah bersamanya
Beribu janji telah ku ucap
Janji yang sangatlah suci
Mungkin dimatamu itu adalah serpihan debu belaka
Yang akan hilang bila tertiup angin
Mungkin kau sudah bahagia
Memulai awal cerita yang baru
Menghapus kenangan yang terjadi
Meninggalkan impian yang tersimpan
Aku disini hanya dapat menatap kelangit luas
Sambil Menghirup rasa sepi
Bila kau tak kembali ...
Kenanglah aku sepanjang hidupmu
Komentar
Posting Komentar