Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2018

Aku, Kamu, dan Hijabmu

Aku melihatmu di saat pagi masih tertutup malam hijab putih dengan senyum sapamu kamu berkata "jangan lupa rakaatnya" "Apa?" aku terkejut dalam hati apa yang kamu pikirkan saat itu kamu bahkan sampai berani menelponku hanya untuk mengingatkanku akan kewajiban Walau hanya sekali seakan pagi aku terbangunkan olehmu menjalankan perintahNya, seperti permintaanmu meski terkadang aku sering melupakannya Kamu, yang masih menjadi harapan tetaplah seperti itu, karena itu yang ku mau Hijabmu, yang telah menolongmu dari kehidupan jagalah dia, mahkota indah yang di miliki wanita muslim Kamu dan Hijabmu menjadi cerita pertama dalam hidupku yang selalu ku sebut dalam doa semoga aku, kamu, dan hijabmu, menjadi kata "kita"

Dia membuatku tersenyum

Hei kamu wanita kenapa mempunyai senyum seperti itu bukanya wajahmu sudah menggambarkan cantikmu diammu saja, bisa membuat seseorang jatuh hati Aku takut memikirkannya, bukan karena dirimu tapi kenyataan yang bisa mungkin terjadi bila aku hanya melihatnya saja, bukan untuk ku miliki dimana senyuman itu, kamu berikan kepada yang lain Makanya aku selalu memintamu tersenyum selain untuk melihat dirimu aku ingin mengetahui ketulusanmu bukan kepalsuan yang sedang bersembunyi Hei kamu wanita senyummu berhasil membuat ku tersenyum setiap saat ku pandang dirimu di situlah aku percaya, akan hadirnya pertemuan itu Saat aku, dan kamu saling bertatapan dengan kata yang tidak terdengar hanya detak jantung yang berbisik namun senyum kita, seperti sedang berbicara