Aku, Kamu, dan Hijabmu
Aku melihatmu
di saat pagi masih tertutup malam
hijab putih dengan senyum sapamu
kamu berkata "jangan lupa rakaatnya"
"Apa?" aku terkejut dalam hati
apa yang kamu pikirkan saat itu
kamu bahkan sampai berani menelponku
hanya untuk mengingatkanku akan kewajiban
Walau hanya sekali
seakan pagi aku terbangunkan olehmu
menjalankan perintahNya, seperti permintaanmu
meski terkadang aku sering melupakannya
Kamu, yang masih menjadi harapan
tetaplah seperti itu, karena itu yang ku mau
Hijabmu, yang telah menolongmu dari kehidupan
jagalah dia, mahkota indah yang di miliki wanita muslim
Kamu dan Hijabmu
menjadi cerita pertama dalam hidupku
yang selalu ku sebut dalam doa
semoga aku, kamu, dan hijabmu, menjadi kata "kita"
di saat pagi masih tertutup malam
hijab putih dengan senyum sapamu
kamu berkata "jangan lupa rakaatnya"
"Apa?" aku terkejut dalam hati
apa yang kamu pikirkan saat itu
kamu bahkan sampai berani menelponku
hanya untuk mengingatkanku akan kewajiban
Walau hanya sekali
seakan pagi aku terbangunkan olehmu
menjalankan perintahNya, seperti permintaanmu
meski terkadang aku sering melupakannya
Kamu, yang masih menjadi harapan
tetaplah seperti itu, karena itu yang ku mau
Hijabmu, yang telah menolongmu dari kehidupan
jagalah dia, mahkota indah yang di miliki wanita muslim
Kamu dan Hijabmu
menjadi cerita pertama dalam hidupku
yang selalu ku sebut dalam doa
semoga aku, kamu, dan hijabmu, menjadi kata "kita"
Komentar
Posting Komentar