Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2018

"AKU" dengan perasaan ini 2

Rasa itu datang lagi ya, rasa yang telah lama tidak aku rasakan bahkan aku coba untuk melupakannya Aku sudah menutup diri namun kamu, ya, ini pasti salah mu aku terpaksa mengingat semua itu "Dimana aku ingin memiliki   namun dia menghianati" Aku hanya takut saja, bukan aku tidak mau dekat denganmu entah kenapa, aku selalu berpikir "Kamu akan meninggalkanku" "Kamu akan bosan dengan sikapku" "Dan kamu akan menghianatiku" Jujur, kata - kata negative itu selalu saja menghantuiku yang membuat hati ini, sulit untuk menerimanya dan menganggap ini semua, hanya sementara yang bahkan akan hilang, di selang waktu berjalan Maaf karena aku, selalu memintamu untuk selalu percaya padaku ya, karena saat kamu bilang "Aku percaya" itu saja sudah cukup bagiku bahkan sanggup aku melupakan kejadian itu Aku memang tidak berharap lebih darimu tapi jika kamu mau... bantulah aku, untuk merubah rasa ini menjadi rasa yang ingin aku t...

Pelangi di Malam hari

Pelangi di malam hari Saat aku melihat mu Menanti yang tidak mungkin Terjadi ... Ku ingin engkau di sini Menemani sepi ku Walau aku tahu, itu hanya Mimpi ... Tapi semua, tidak mungkin terjadi Jika aku diam, dan hanya melihatmu Aku akan mendapatkan mu Walau badai datang Menghadangku ... Dan ku lihat indah pelangi Jika aku dapat miliki mu ...

Kamu itu "Temanku"

“kenapa kau menangis?” Bukannya dia orang yang telah kau pilih Yang katanya selalu membuatmu tertawa Tersenyum, sampai lupa membuatmu menangis Aku ingat, saat kau bertanya kepadaku “Apakah dia orang yang tepat?” Aku tertawa, karena aku tidak bisa menjawabnya Dan, kau selalu membahas hal menarik darinya Setiap malam, aku seperti menjadi pendengar yang baik Sampai kepalaku penuh, dengan cerita itu Sebagai teman, aku hanya bisa mendukungmu Apa yang membuatmu bahagia … “pasti aku juga” kataku dalam hati Perlahan ku sadari, waktu seakan menjauhkan kita Seperti waktu, sedang memberitahu ku sesuatu “ya” ternyata benar … Orang itu mengambilmu seutuhnya Dengan lembut memisahkan “aku dan kamu” Sekali lagi aku Tanya, “kenapa kau menangis?” Apakah diam adalah jawabanmu Kau bahkan tidak sanggup menatapku Seperti angin yang tidak tahu arah, tanpa ada tujuan “dia bukan orang yang tepat” “ya, dia bukan orang yang tepat” Dua kalimat itu, kau ka...