Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2023

Siapakah Dia?

Tanpa di sadari, sedikit namun membuat ku berpikir " Apa yang dia lakukan?" Datang dengan tiba-tiba Seakan semua sudah terukir lama Membuat hening suasana Sampai ku tak bisa menulis kata Cara seperti itu, jarang ku terima Bukan ku tak suka Tapi kenapa dia membuat ini tidak nyata Atau itu, hanya karangan dia saja

Ada Batas

Mencoba mengerti menimbulkan banyak pertanyaan Yang mana, jawaban itu tidak bisa ku tulis Karena pada dasarnya, pertanyaan itu tak berhak ku jawab Aku hanya mengarang Seakan ada pilihan untuk pertanyaan itu Berharap mendapat nilai bagus Agar terlihat paling atas Namun gagal, sepertinya sedang libur sekolah Jadi nilai itu di simpan ... Sampai waktu liburan itu selesai

Menyapa Angin

Berada di antara daun yang tertiup angin Berhembus pelan tanpa bising suara Keramaian menyapa dari ke jauhan Terkadang perlu berlari ke tepian Melepas penak seharian ... Entah dengan siapa dan dimana Terlalu serius, hanya membuat pikiran tersiksa Tidak peduli kita sakit atau luka Di matanya kita hanya orang biasa Diam, lalu dengarkan Banyak suara, tak membuat kita paham Kebiasaan berbicara di belakang Yang akhirnya, hanya jadi berita sesaat "Tumben rapih tulisan nya"

Fokus

Sabar, cuma butuh waktu. "Kau hanya kaget, ngeliat dia bukan denganmu lagi" Tapi ini baru pertama, perasaan itu muncul. "Jangan selemah itu" Fokus sama apa yang ingin di capai dulu ... Bukan siapa yang cepat, tapi jangan sampai terjebak. Kembali ... Lagi dan lagi ... Dengan terburu-buru melakukan tindakan.

Penyelamat

Sampai kapan, aku lepas dari derita ini Lelah pastinya ... Sedih, itu yang mengajarkanku kuat sampai sekarang. Lalu apakah mereka sadar? Lalu apa mereka mengerti perasaan ini? Itu yang membuat ku menjauh, bukan melupakan Jika kenyamanan itu ada, aku tak akan pergi Kerja ku sekarang, usaha ku sekarang ... Bahkan sampai merusak waktu tidur ku Dan juga kebebasan ku. Aku berharap itu, bebas ... Tanpa ada tekanan, dan aku tak lupa akan tanggung jawab Itu saja, doaku setiap malam sepi sendiri. Dari panjangnya kesedihan ini, aku ingin mengakhiri nya. Jadi, apa pahlawan itu ada? Atau dewa penyelamat itu ada. Kupikir hanya dalam cerita khayalan saja. "Haha, aku tak butuh itu" Tapi sepertinya iya ... Hanya saja, aku takut orang itu menanggung semua beban ini. Jika mungkin kau orang nya, aku siap menunggu waktu keberanian mu muncul.

Mencari Cara

Terjebak di keinginan yang tak tau akan berhasil, seakan membangun tembok besar. Yang sebenarnya bisa di lewati ... Kuakui bukan pemberani, karena sekarang lebih berhati-hati. Tidak mau kisah lama, terulang kembali. Ajarkan ku cara, untuk membuatnya mengerti "Apa harus aku yang mulai?" Seperti itu bukan caraku, dan bagaimana mungkin. Tegur sapa pun, tak pernah terjadi setiap hari.

Waktu Berbahaya

Ketika tidurku terbangun, tanpa alasan yang jelas Seketika terdiam, mencoba mengingat sesuatu dengan mata yang kupejamkan kembali. Ternyata tidak ada yang indah Mimpiku kini, seperti pergantian sore ke malam Tak terasa panjang Dan begitu singkat Lalu apa ... Gelisah, bukan hanya itu Pikiran ini membuat suasana menjadi arena perang Ingin keluar Tak peduli jika kaki ini melangkah sesukanya Berharap di tengah jalan ketemu dia, maksudku orang yang mengalami hal yang sama Waktu akan berbahaya, jika kita melewatkan kesempatan

Harapan

Imajinasi tentang harapan itu, membuat pikiran ini tak terkendali. Seketika tak ingin bertemu, ataupun melihatnya terlalu lama. Karena rasa itu muncul tiba-tiba ... Namun dia terlihat nyata, sampai ku takut membuka mata. Entah dari kedipan matanya Atau dari senyumannya Orang baru sepertiku pasti sulit, karena di pandangan orang lain dia begitu elite Semua mata memandang nya Semua hati memujanya Dan aku salah satunya, ahh sial "Terima saja, harapan itu tak akan ada"

Usai

Jadi ini yang namanya putus, atau mengakhiri hubungan. Bukan mempermasalahkan, siapa yang salah Atau pilihan terbaik dari semua " Udah, mungkin bukan jodoh " Apa itu jodoh, apa putus itu arti bukan jodoh. Siapa yang tau soal jodoh. Bukannya menjalin hubungan adalah pilihan bersama. Lalu anggap aja kita memilih pilihan yang salah Ahh serumit itu, ga tau mana yang benar. " Mungkin udah ga cocok aja " Yaa mungkin ... " Apa pengeliatan matamu tertutup, atau sekecil itu harapan bertemu yang baru itu sulit " Bukan ... " Ga mau dari awal lagi? " Bukan ... " Makanya fokus kerja sama usaha dulu, kalau keuangan udah stabil. Ketemu sama yang baru udah siap " ...

Diam

Apa yang membuat mu merasa kesepian? Dengan teman kerja, atau keluarga yang ada setiap saat Apa itu tidak cukup ... Apa yang ada di pikiran mu? Sebuah rumah? Apa semua rumah bukan tempat ternyaman mu Lalu kenapa ...? Apa harus ada seseorang atau pasangan, yang bisa menenangkan mu Itu hanya omong kosong, entah semua nya ada. Bukan kah menyendiri adalah cara terbaikmu Seketika suara pelan terdengar di telinga "Sudah, aku mendukungmu apa yang kamu ingin lakukan, jangan ragu, kau sudah besar, pastinya bisa menemukan siapa kamu sebenarnya"

Pertanyaan

Seperti biasa, rasa yang kembali muncul namun dengan banyak pertanyaan. Kagum dan suka menjadi perdebatan, hingga mengganggu tidur malam ku. Kedua rasa seakan menjadi tembok penghalang Ketika ku, ingin melakukan sesuatu Entah imajinasi ku yang terlewat batas Atau memang sifat ku yang tidak berani bertanya " Pandangan ku ke bawah, saat itu, dan selalu "