Dunia Nyata vs Dunia Maya

“ Matikan Layar Handphonemu dan nikmatilah dunia nyata, dunia dimana tidak terpengaruh oleh teknologi. Keluar dari perangkat lunak tersebut, dan apa yang kamu rasakan. Melihat dunia yang membingungkan? Atau, Melihat dunia yang sesungguhnya? “

Melihat keadaan sekarang itu sangat menakutkan, kita seakan – akan telah di perbudak oleh teknologi itu sendiri. Hal – hal yang biasa kita lakukan telah di ambil olehnya, walaupun itu hal yang sekecil apapun. Melupakan kegiatan di luar rumah, bermain dengan teman, atau saling menyapa saat di jalan. Kita hanya melihat kebawah, sambil menatap layar yang berisi dunia berbeda.

“ Tanpa menyadari, ada apa? Dan siapa yang sedang berada di dekat kita? “

Tapi bagaimana bisa, padahal manusia itu sendiri yang menciptakannya. Membuat teknologi yang baru, dan alat - alat yang semakin modern. Apakah semuanya berguna bagi manusia itu sendiri? “ IYA “. Mendapatkan kenyamanan, membuat semua menjadi mudah, tidak perlu berjalan keluar. Semua itu telah di atur oleh teknologi, mengarahkan otak manusia untuk menggunakannya. Lantas, bagaimana akhirnya nanti?

Isi artikel ini akan mencoba mengenalkan kalian, tentang Dunia Nyata vs Dunia Maya. Dimana semuanya telah terbalik, menimbulkan pertanyaan dan kebingungan. Akan jadi apa manusia nanti di masa depan? Lalu, di dunia mana sekarang kita berada?

Saya  mencoba membahas dari dasar masalahnya, apa yang di maksud dengan Media Sosial. Yaitu tempat di mana kita bisa mengenal orang lebih bayak, mendapatkan teman baru, membagi cerita kita kepada semua orang, dan mencari perhatian. Pastinya sama, jawaban saya dengan kalian semua. Namun yang berbeda hanyalah cara penggunaannya, setiap orang pasti ada yang menggunakannya dalam hal Positive maupun Negative.
Cara menggunakannya dalam hal Positive dan Negative, menurut  saya :

Positive :
-          Belajar dari pengalaman orang lain
-          Mencari komunitas dalam hal yang berguna
-          Berkomunikasi

Negative :
-          Berbuat kejahatan
-          Untuk kesenangan diri sendiri

Mungkin pendapat orang lain berbeda, tergantung dari cara pandang orang itu sendiri. Kita sudah mendapatkan kemudahan dari perkembangan teknologi, tinggal cara kitanya menggunakannya seperti apa. Terlalu sering kita masuk kedalamnya, semakin banyak sesuatu yang kita lupakan.

“ Belum lama, saya melihat tayangan iklan layanan masyarakat yang membahas sama seperti artikel yang saya buat. Di dalamnya berisi tentang pertanyaan, dimanakah dunia yang kita masuki sekarang? “

Jadi, dalam berjalannya waktu. Manusia akan mulai menyadarinya, saat pertanyaan itu datang pada dirinya.  

” Perbedaan akan jelas terlihat saat kalian melakukan ini, saya sendiri sudah mencoba membuktikannya “
Di saat sedang berkumpul dengan teman, cobalah untuk tidak membuka Smartphone kalian. Tutup layar kecil tersebut, dan rasakan yang ada di sekitarmu atau sekelilingmu. Ciptakan dunia yang nyata, mengobrol bersama teman, tertawa, dan membahas hal – hal yang menyenangkan. Mulailah berinteraksi di luar Dunia Maya, jangan habiskan waktu kita untuk hal yang hanya sementara.

“ Generasi Idiot? “ Kenapa seperti itu, Handphone = Pintar dan Manusia = Bodoh.
Kita hanya perlu merubahnya, dan menata ulang dunia kita kembali. Menjadikan kita “Manusia”, bisa mengendalikan semua keadaan. Tidak hanya terpaku dengan apa yang telah di ciptakan, kita harus menjadi Pintar, bukan menjadi Bodoh.

Hidup di antara dunia yang berbeda telah menjadi takdir, dan itu tidak bisa di hindarkan. Karena dari masa ke masa, teknologi semakin berkembang, dan kita terpaksa harus mengikuti alur tersebut. Bukan berarti kita harus buta akan namanya teknologi, tapi bagaimana kita bisa menyeimbangkan keduanya.

Lalu, bagaimana pendapat kalian setelah membaca isi artikel ini? Semoga semua Pertanyaan itu bisa kalian selesaikan dengan baik. Saya hanya membantu kalian, dengan mencoba menjelaskan apa yang sedang terjadi di Dunia saat ini. Dunia Nyata vs Dunia Maya, jadi, dimana kalian berada sekarang?

“ Mari bersama menciptakan hidup yang menyenangkan, menebar senyum kepada semua orang, saling berbincang, dan bermain. Kita bukanlah manusia yang di kendalikan oleh teknologi, kitalah yang seharusnya mengendalikannya. Nikmatilah saat – saat berinteraksi dengan orang lain, karena dari situ kita sadar, kalau semua adalah “Nyata” bukan “Khayalan”.


Komentar

  1. Terimakasih telah membaca, tunggu postingan selanjutnya ...

    Thanks for : Bram Adrianus
    Atas Refenrensi yang saya ambil.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenanglah Aku

Si Pemalu